Thursday, April 10, 2014

Foseha:Info Misteri Sejarah Science Aneh dan Unik dan info keren lainnya

Foseha:Info Misteri Sejarah Science Aneh dan Unik dan info keren lainnya


Subhanallah, Pada 15 April 2014 Bulan Berwarna Merah Darah

Posted: 10 Apr 2014 02:28 AM PDT

Sebuah fenomena alam menarik akan terjadi pada 14-15 April 2014 malam. Saat itu, akan terjadi gerhana bulan. Sebelum tengah malam, satelit Bumi itu akan berwarna kemerahan. Seperti darah (blood moon).

Gerhana pertengahan April menjadi yang pertama dari gerhana total dari 4 gerhana bulan berturut-turut. atau 'tetrad series of eclipses' tahun 2014. Empat gerhana berturut-turut adalah peristiwa yang cukup langka. Seri tersebut terakhir terjadi pada tahun 2003 dan 2004. Ini hanya akan terjadi tujuh kali lagi di abad ini.

Sejumlah orang meyakini blood moon itu adalah sebuah pertanda, baik kiamat atau akan datangnya bencana.

Bulan Berwarna Merah Darah

Seperti takhayul yang dimuat dalam buku, "Four Blood Moons: Something Is About to Change" (Worthy Publishing, 2013) karya John Hagee, yang menunjukkan hubungan antara 4 gerhana bulan total dengan nurbuat soal kiamat.

Menurut ilmuwan, ketika mekanisme di balik gerhana yang kurang dipahami dengan baik, mereka dianggap pertanda kabar buruk, seperti halnya komet. Seperti Komet Elenin yang pernah dianggap planet liar Nibiru, yang akan menabrak dan mengguncang Bumi. Kini Elenin telah mati.
"Sekarang orang tahu bahwa gerhanan seperti itu hanya kejadian normal, pada siklus tata surya, hal-hal yang telah terjadi secara teratur selama ribuan tahun dan yang akan terjadi selama ribuan tahun ke depan," demikian ujar Geoff Gaherty dari Starry Night Education, seperti dikutip dari situs sains SPACE.com, Kamis (10/4/2014).

Dia menambahkan, kaitan antara 'prediksi bencana' dan kejadian astronomi hanya karangan dari pikiran manusia. "Satu-satunya hal yang terjadi selama gerhana bulan adalah bahwa Bulan menghabiskan beberapa jam melewati bayangan Bumi, hampir tidak ada sesuatu yang harus dikhawatirkan."

Berkat internet, orang-orang mendengar tentang bencana yang terjadi di sudut Bumi yang lain, termasuk gempa, tsunami, erupsi gunung -- yang tak pernah mereka pedulikan di masa lalu.

"Sebagai pengamat langit yang antusias, saya sedih mengetahui banyak hal-hal indah di langit seperti gerhana bulan, dianggap sebagai pertanda bencana," tambah Geoff Gaherty.
'Blood Moon'
Istilah blood moon amat jarang digunakan di kalangan astronom. Kalaupun menggunakannya, para astronom menggunakannya sebagai sebagai nama alternatif untuk Hunter's Moon -- bulan purnama yang mengikuti Harvest Moon, yang biasanya muncul pada akhir Oktober.

Hunter's Moon, seperti halnya Harvest Moon, naik perlahan pada malam musim gugur sehingga bersinar melalui lapisan tebal atmosfer Bumi. Warnanya menjadi merah oleh hamburan Rayleight -- hamburan elastis dari cahaya atau radiasi elektromagnetik lain oleh partikel lain -- dan polusi udara.

Namun, sebuah gerhana bulan adalah sesuatu yang sangat berbeda. Itu terjadi saat Bulan melewati bayangan Bumi.

Bayangan Bumi terdiri dari dua bagian: sebuah inti gelap disebut "umbra," dan bagian luar yang lebih terang disebut "penumbra.

Alih-alih gelap total, bayangan inti biasanya menjadi oranye atau merah oleh cahaya yang melewati cincin atmosfer yang mengelilingi Bumi.

Tergantung bagaimana kondisi atmosfer Bumi yang dilewati cahaya Matahari, umbra bisa berwarna dari terang tembaga-merah-hingga hampir hitam total.

Pada kesempatan yang langka, cahaya mencapai Bulan memiliki warna persis dengan darah , tetapi tidak ada cara untuk memprediksi hal tersebut sebelumnya. Jadi, tidak ada alasan untuk menyebut sebuah gerhana bulan tertentu sebagai blood moon hingga akhirnya ia menunjukkan warnanya.

Karena orbit Bulan sedikit miring dibanding jalur matahari di langit, seringkali Bulan lewat di atas atau di bawah bayangan Bumi, sehingga tak terjadi gerhana.

Kadang Bulan hanya melewati penumbra dan menghasilkan apa yang disebut gerhana penumbra, di mana bulan hanya sedikit tertutup bayangan Bumi -- yang bahkan tak disadari perbedaannya oleh para pengamat langit. Ada 2 gerhana penumbra yang terjadi pada 2013 -- pada 25 Mei dan 18 Oktober.

Ada juga gerhana bulan parsial, di mana Bulan hanya sedikit tertutup bayangan Bumi. Seperti yang terjadi pada 25 April 2013. Gerhana bulan yang terhitung jarang adalah ketika Bulan melewati bagian paling gelap dari bayangan Bumi: gerhana bulan total yang terjadi pada 10 Desember 2011.

Sebuah fenomena alam menarik akan terjadi pada 14-15 April 2014 malam. Saat itu, akan terjadi gerhana bulan. Sebelum tengah malam, satelit Bumi itu akan berwarna kemerahan. Seperti darah (blood moon).

Gerhana pertengahan April menjadi yang pertama dari gerhana total dari 4 gerhana bulan berturut-turut. atau 'tetrad series of eclipses' tahun 2014. Empat gerhana berturut-turut adalah peristiwa yang cukup langka. Seri tersebut terakhir terjadi pada tahun 2003 dan 2004. Ini hanya akan terjadi tujuh kali lagi di abad ini.

Sejumlah orang meyakini blood moon itu adalah sebuah pertanda, baik kiamat atau akan datangnya bencana.

Seperti takhayul yang dimuat dalam buku, "Four Blood Moons: Something Is About to Change" (Worthy Publishing, 2013) karya John Hagee, yang menunjukkan hubungan antara 4 gerhana bulan total dengan nurbuat soal kiamat.

Menurut ilmuwan, ketika mekanisme di balik gerhana yang kurang dipahami dengan baik, mereka dianggap pertanda kabar buruk, seperti halnya komet. Seperti Komet Elenin yang pernah dianggap planet liar Nibiru, yang akan menabrak dan mengguncang Bumi. Kini Elenin telah mati.

"Sekarang orang tahu bahwa gerhanan seperti itu hanya kejadian normal, pada siklus tata surya, hal-hal yang telah terjadi secara teratur selama ribuan tahun dan yang akan terjadi selama ribuan tahun ke depan," demikian ujar Geoff Gaherty dari Starry Night Education, seperti dikutip dari situs sains SPACE.com, Kamis (10/4/2014).

Dia menambahkan, kaitan antara 'prediksi bencana' dan kejadian astronomi hanya karangan dari pikiran manusia. "Satu-satunya hal yang terjadi selama gerhana bulan adalah bahwa Bulan menghabiskan beberapa jam melewati bayangan Bumi, hampir tidak ada sesuatu yang harus dikhawatirkan."

Berkat internet, orang-orang mendengar tentang bencana yang terjadi di sudut Bumi yang lain, termasuk gempa, tsunami, erupsi gunung -- yang tak pernah mereka pedulikan di masa lalu.

"Sebagai pengamat langit yang antusias, saya sedih mengetahui banyak hal-hal indah di langit seperti gerhana bulan, dianggap sebagai pertanda bencana," tambah Geoff Gaherty.

'Blood Moon'

Istilah blood moon amat jarang digunakan di kalangan astronom. Kalaupun menggunakannya, para astronom menggunakannya sebagai sebagai nama alternatif untuk Hunter's Moon -- bulan purnama yang mengikuti Harvest Moon, yang biasanya muncul pada akhir Oktober.

Hunter's Moon, seperti halnya Harvest Moon, naik perlahan pada malam musim gugur sehingga bersinar melalui lapisan tebal atmosfer Bumi. Warnanya menjadi merah oleh hamburan Rayleight -- hamburan elastis dari cahaya atau radiasi elektromagnetik lain oleh partikel lain -- dan polusi udara.

Namun, sebuah gerhana bulan adalah sesuatu yang sangat berbeda. Itu terjadi saat Bulan melewati bayangan Bumi.

Bayangan Bumi terdiri dari dua bagian: sebuah inti gelap disebut "umbra," dan bagian luar yang lebih terang disebut "penumbra.

Alih-alih gelap total, bayangan inti biasanya menjadi oranye atau merah oleh cahaya yang melewati cincin atmosfer yang mengelilingi Bumi.

Tergantung bagaimana kondisi atmosfer Bumi yang dilewati cahaya Matahari, umbra bisa berwarna dari terang tembaga-merah-hingga hampir hitam total.

Pada kesempatan yang langka, cahaya mencapai Bulan memiliki warna persis dengan darah , tetapi tidak ada cara untuk memprediksi hal tersebut sebelumnya. Jadi, tidak ada alasan untuk menyebut sebuah gerhana bulan tertentu sebagai blood moon hingga akhirnya ia menunjukkan warnanya.

Karena orbit Bulan sedikit miring dibanding jalur matahari di langit, seringkali Bulan lewat di atas atau di bawah bayangan Bumi, sehingga tak terjadi gerhana.

Kadang Bulan hanya melewati penumbra dan menghasilkan apa yang disebut gerhana penumbra, di mana bulan hanya sedikit tertutup bayangan Bumi -- yang bahkan tak disadari perbedaannya oleh para pengamat langit. Ada 2 gerhana penumbra yang terjadi pada 2013 -- pada 25 Mei dan 18 Oktober.

Ada juga gerhana bulan parsial, di mana Bulan hanya sedikit tertutup bayangan Bumi. Seperti yang terjadi pada 25 April 2013. Gerhana bulan yang terhitung jarang adalah ketika Bulan melewati bagian paling gelap dari bayangan Bumi: gerhana bulan total yang terjadi pada 10 Desember 2011.

Sebuah fenomena alam menarik akan terjadi pada 14-15 April 2014 malam. Saat itu, akan terjadi gerhana bulan. Sebelum tengah malam, satelit Bumi itu akan berwarna kemerahan. Seperti darah (blood moon).

Gerhana pertengahan April menjadi yang pertama dari gerhana total dari 4 gerhana bulan berturut-turut. atau 'tetrad series of eclipses' tahun 2014. Empat gerhana berturut-turut adalah peristiwa yang cukup langka. Seri tersebut terakhir terjadi pada tahun 2003 dan 2004. Ini hanya akan terjadi tujuh kali lagi di abad ini.

Sejumlah orang meyakini blood moon itu adalah sebuah pertanda, baik kiamat atau akan datangnya bencana.

Seperti takhayul yang dimuat dalam buku, "Four Blood Moons: Something Is About to Change" (Worthy Publishing, 2013) karya John Hagee, yang menunjukkan hubungan antara 4 gerhana bulan total dengan nurbuat soal kiamat.

Menurut ilmuwan, ketika mekanisme di balik gerhana yang kurang dipahami dengan baik, mereka dianggap pertanda kabar buruk, seperti halnya komet. Seperti Komet Elenin yang pernah dianggap planet liar Nibiru, yang akan menabrak dan mengguncang Bumi. Kini Elenin telah mati.
"Sekarang orang tahu bahwa gerhanan seperti itu hanya kejadian normal, pada siklus tata surya, hal-hal yang telah terjadi secara teratur selama ribuan tahun dan yang akan terjadi selama ribuan tahun ke depan," demikian ujar Geoff Gaherty dari Starry Night Education, seperti dikutip dari situs sains SPACE.com, Kamis (10/4/2014).

Dia menambahkan, kaitan antara 'prediksi bencana' dan kejadian astronomi hanya karangan dari pikiran manusia. "Satu-satunya hal yang terjadi selama gerhana bulan adalah bahwa Bulan menghabiskan beberapa jam melewati bayangan Bumi, hampir tidak ada sesuatu yang harus dikhawatirkan."

Berkat internet, orang-orang mendengar tentang bencana yang terjadi di sudut Bumi yang lain, termasuk gempa, tsunami, erupsi gunung -- yang tak pernah mereka pedulikan di masa lalu.

"Sebagai pengamat langit yang antusias, saya sedih mengetahui banyak hal-hal indah di langit seperti gerhana bulan, dianggap sebagai pertanda bencana," tambah Geoff Gaherty.
'Blood Moon'
Istilah blood moon amat jarang digunakan di kalangan astronom. Kalaupun menggunakannya, para astronom menggunakannya sebagai sebagai nama alternatif untuk Hunter's Moon -- bulan purnama yang mengikuti Harvest Moon, yang biasanya muncul pada akhir Oktober.

Hunter's Moon, seperti halnya Harvest Moon, naik perlahan pada malam musim gugur sehingga bersinar melalui lapisan tebal atmosfer Bumi. Warnanya menjadi merah oleh hamburan Rayleight -- hamburan elastis dari cahaya atau radiasi elektromagnetik lain oleh partikel lain -- dan polusi udara.

Namun, sebuah gerhana bulan adalah sesuatu yang sangat berbeda. Itu terjadi saat Bulan melewati bayangan Bumi.

Bayangan Bumi terdiri dari dua bagian: sebuah inti gelap disebut "umbra," dan bagian luar yang lebih terang disebut "penumbra.

Alih-alih gelap total, bayangan inti biasanya menjadi oranye atau merah oleh cahaya yang melewati cincin atmosfer yang mengelilingi Bumi.

Tergantung bagaimana kondisi atmosfer Bumi yang dilewati cahaya Matahari, umbra bisa berwarna dari terang tembaga-merah-hingga hampir hitam total.

Pada kesempatan yang langka, cahaya mencapai Bulan memiliki warna persis dengan darah , tetapi tidak ada cara untuk memprediksi hal tersebut sebelumnya. Jadi, tidak ada alasan untuk menyebut sebuah gerhana bulan tertentu sebagai blood moon hingga akhirnya ia menunjukkan warnanya.

Karena orbit Bulan sedikit miring dibanding jalur matahari di langit, seringkali Bulan lewat di atas atau di bawah bayangan Bumi, sehingga tak terjadi gerhana.

Kadang Bulan hanya melewati penumbra dan menghasilkan apa yang disebut gerhana penumbra, di mana bulan hanya sedikit tertutup bayangan Bumi -- yang bahkan tak disadari perbedaannya oleh para pengamat langit. Ada 2 gerhana penumbra yang terjadi pada 2013 -- pada 25 Mei dan 18 Oktober.

Ada juga gerhana bulan parsial, di mana Bulan hanya sedikit tertutup bayangan Bumi. Seperti yang terjadi pada 25 April 2013. Gerhana bulan yang terhitung jarang adalah ketika Bulan melewati bagian paling gelap dari bayangan Bumi: gerhana bulan total yang terjadi pada 10 Desember 2011. 
(tribunnews.com/SPACE.com)

Inilah 5 Kota Hantu Paling Menyeramkan

Posted: 10 Apr 2014 01:59 AM PDT

Apa yang Anda bayangkan pada sebuah kota? Keramaian, banyak orang berlalu lalang, pagi dan sore macet, angkutan umum di mana-mana, banyak manusia berinteraksi setiap hari, kira-kira seperti itulah gambaran sebuah kota. Hal berbeda tampak pada kota-kota ini, karena daerah tersebut tampak seperti kota hantu tanpa penghuni.

Ada banyak daerah di seluruh dunia yang awalnya dirancang menjadi satu kota, namun pada akhirnya ditinggalkan begitu saja. Tanpa perawatan bertahun-tahun, kota-kota ini menjadi tempat menyeramkan dan angker. Dilansir oleh cracked.com, inilah beberapa kota hantu tersebut.


1.  Pada tahun 1997, pemerintah Moskow memutuskan akan membangun sebuah taman air raksasa, fungsinya untuk World Youth Games. Bangunan itu lengkap dengan saluran besar di bawah tanah hingga luasnya bisa seluas kota. Proyek ini dikerjakan selama 5 tahun, namun entah mengapa, pembangunan dihentikan begitu saja. Kabar beredar bahwa biaya yang dikeluarkan jauh melebihi anggaran.

Inilah 5 Kota Hantu Paling Menyeramkan
Rancangan yang awalnya akan menjadi Taman Air, gedung olahraga super besar, hotel, kantor, cafe dan sebagainya akhirnya ditinggalkan begitu saja. Banyak orang mengatakan bahwa kota kecil ini paling cocok dijadikan lokasi syuting film-film zombie. Pada tahun 2007, ada kabar yang menyebutkan tanah tersebut sudah dibeli. Namun tetap saja, tidak ada yang dilakukan, bangunan tetap dibiarkan tak terawat bagai kota hantu.


2.  Berbeda dengan Korea Selatan dengan hingar bingar industri K-Pop, Korea Utara adalah salah satu negara paling tertutup di dunia. Salah satu proyek yang ada di negara tersebut adalah kota mati Kijong-dong. Kota tersebut kosong tanpa ada satupun penghuninya. Mengapa kota kecil ini dibiarkan kosong?
Inilah 5 Kota Hantu Paling Menyeramkan

Ada yang menyebutkan bahwa Kijong-dong adalah sebuah kota palsu yang seolah-olah ingin menunjukkan keberhasilan Korea Utara. Disebutkan bahwa Kijong-dong. adalah kota pemukiman dengan komunitas petani lebih dari 200 keluarga. Namun semua itu hanya ilusi yang merupakan rancangan semata. Pada kenyataannya, kota tersebut kosong tanpa penghuni dan tidak terpakai sama sekali.


3.  Pada tahun 1984, kota Sarajevo di Yugoslavia mendapat kehormatan menyelenggarakan Olimpiade. Kota tersebut membangun gedung olahraga yang luar biasa, termasuk fasilitas penginapan para atlit yang besar dan indah. Bangunan tersebut tampak megah dan menghabiskan banyak uang. Sayangnya, gedung itu hanya menjadi reruntuhan jika Anda kunjungi saat ini.

Inilah 5 Kota Hantu Paling Menyeramkan

Bangunan yang menjadi tempat penginapan para atlet tampak mulai runtuh dan hancur sedikit demi sedikit. Tempat area ski yang dulu sangat mewah menjadi tempat yang ditumbuhi rumput liat dan sangat tidak terawat. Tempat ini seolah lebih mirip lokasi syuting film horor. Sangat disayangkan sekali karena jadi tidak terawat.


4.  Bandara Ciudad Real Central Airport menjadi salah satu bandara yang menghabiskan sangat banyak biaya untuk pembangunannya. Bandara ini berada jauh dari keramaian ibu kota Spanyol yang sangat sibuk. Bandara ini selesai dibangun pada tahun 2009. Awalnya, diperkirakan bandara ini akan ramai, namun sebaliknya, sangat sepi.

Inilah 5 Kota Hantu Paling Menyeramkan

Pada tahun 2011, semua kegiatan operasional di bandara ini ditutup karena terus merugi. Akhirnya bandara ini tidak memiliki penghuni sama sekali. Dengan bangunan yang sangat luas dan lintasan pesawat yang sangat panjang, maka bangunan ini tampak menakutkan. Jika dibiarkan terus begini, diperkirakan nasib bandara ini akan sama seperti bangunan di kota hantu lainnya.


5.  Kota ini sudah mirip kota modern, ada banyak gedung-gedung bertingkat, apartemen mewah, perumahan dan sebagainya. Namun jika Anda mengunjunginya, Anda akan tahu bahwa kota ini tidak berpenghuni. Semua bangunan tampak baru dan bersih, namun tidak ada manusia di sana.

Tidak hanya tempat tinggal, kota ini punya museum, stadion olahraga, gedung pertunjukan opera, dan semuanya masih kosong. Rumah dan apartemen sudah ada pembelinya, namun tidak ditinggali.

Inilah 5 Kota Hantu Paling Menyeramkan

Mengapa sampai ada orang yang membeli rumah di kota tak berpenghuni ini? Sebagian masyarakat China tidak terlalu menyukai saham, mereka lebih memilih tanah dan rumah sebagai sebuah investasi. Mereka biasanya membeli beberapa rumah, namun tidak ditinggali, hanya sebagai investasi. Maka tidak heran jika di China ada beberapa kota hantu yang terawat namun tanpa penghuni.
 cracked.com/vemale.com

Inilah Foto Selfie Tertua di Dunia

Posted: 10 Apr 2014 01:50 AM PDT

Akhir-akhir ini tren selfie bagaikan virus yang menjangkiti seluruh orang di dunia. Apalagi semenjak momen selfie di gelaran Oscar 2014 lalu. Namun tahukah Anda, ternyata selfie bahkan sudah dilakukan sejak tahun 1930!

Dilansir oleh dailymail.co.uk, sebanyak 445 foto dipamerkan di Rutgers University, New Jersey. Ratusan foto tersebut merupakan foto selfie dari seorang laki-laki yang dilakukan setiap tahun selama 30 tahun. Wah, siapa ya lelaki itu?

Foto Selfie Tertua di Dunia
Tak ada yang tahu siapa laki-laki yang berada di balik foto selfie legendaris ini. Pasalnya, foto ini pertama kali diambil pada tahun 1930 hingga 1960. Akhirnya, Donald Lokuta, seorang pria asal Amerika, membeli set foto ini di tahun 2012 di New York.

Banyak yang menduga foto ini diambil di dalam sebuah photobooth yang pernah sangat populer di Amerika pada tahun 1930-an. Berbagai ekspresi unik laki-laki dalam foto ini menarik perhatian masyarakat untuk menghadiri pameran foto bertajuk '445 Potraits of Man' ini.

Foto Selfie Tertua di Dunia

Hmm, ternyata selfie pun sudah menjadi wabah sejak 80 tahun yang lalu. Siapa tahu foto selfie kita hari ini bakal menjadi sejarah puluhan tahun nanti? Hihihi.
 (vemale.com/dailymail.co.uk)

No comments:

Post a Comment