Foseha:Info Misteri Sejarah Science Aneh dan Unik dan info keren lainnya |
| Inilah Tradisi Paling Mengerikan Posted: 21 Jul 2014 04:30 AM PDT "Dulu saya menuruti kemauan kepala suku karena tidak punya pilihan. Namun sekarang, setiap kali melihat wanita melahirkan dan memberikan susu untuk bayinya, saya sangat menyesal. Saya merasa kesepian. Tidak ada anak yang ada di sisi saya," 15 Bayi Yang Saya Lahirkan Dianggap Bawa Sial Itulah pengakuan Buko Balguda (45 tahun), seorang wanita yang berasal dari desa suku Karo, Omo Valley, Ethiopia. Wanita ini menceritakan kisah pahitnya beberapa tahun yang lalu, saat 15 bayinya dianggap sebagai Mingi (pembawa sial) dan harus dibunuh untuk melindungi seluruh desa. Tradisi ini telah ada turun temurun dan masih berlangsung sampai sekarang. Setidaknya 300 bayi meninggal sia-sia karena dianggap Mingi, dilansir oleh Dailymail.co.uk. "Saya memiliki tujuh bayi laki-laki dan delapan bayi perempuan. Di masa itu, tradisi suku kami masih sangat keras. Saya menghormati tradisi ini, sehingga membiarkan mereka membunuh anak-anak saya," ujar Buko. Namun sekarang, Buko menganggap tradisi ini tidak sepantasnya dipertahankan. Bahkan Bayi Kembar, Cacat, Dan Gigi Pertama Tumbuh di Atas Dianggap Mingi Selain Buko, masih banyak penduduk suku di Ethiopia yang menganggap tradisi ini sangat kejam. Beberapa bayi yang dianggap Mingi adalah bayi yang lahir tanpa izin ketua adat, bayi kembar, bayi dengan cacat fisik, bayi yang gigi pertamanya tumbuh di rahang atas (berlaku juga untuk anak-anak yang gigi susunya lepas), serta anak yang lahir dari ayah yang tidak berhasil melakukan tradisi lompat kerbau sebelum menikah. Saat ketua adat menyatakan seorang bayi sebagai bayi Mingi, maka bayi itu harus segera dibunuh. Cara membunuh bayi ini juga dapat dibilang kejam. Bayi itu akan ditinggalkan sendirian di rawa-rawa hingga meninggal karena kelaparan atau dimakan oleh binatang buas. Kadang cara yang lebih mengerikan adalah melempar bayi atau anak-anak ke sungai yang penuh buaya. Pemerintah Ethiopia Melarang Tradisi Ini Walaupun pemerintah Ethiopia sudah melarang tradisi ini, masih ditemukan ritual yang sama. Beberapa ketua adat juga sepakat bahwa tradisi ini tidak perlu diteruskan. Namun masih ada suku-suku yang mempertahankan tradisi Mingi, diperkirakan setiap tahun 300 bayi meninggal sia-sia karena dianggap membawa sial. Menanggapi hal ini, telah banyak lembaga sosial dan panti asuhan mau menampung anak-anak yang dianggap Minggi dan membesarkan mereka. Salah satu orang tua yang berusaha melindungi bayinya yang dianggap Mingi adalah . Setelah ketua adat menyatakan bayinya adalah bayi Mingi, pria ini langsung menyerahkan bayinya pada polisi dan meminta mereka mengamankan bayinya. Sekarang bayi itu sudah berusia balita dan tampak sehat. Banyak warga suku melakukan hal serupa atau menitipkan bayinya pada panti asuhan. Sampai tradisi benar-benar hilang, para wanita dan orang tua selalu cemas ketika bayi mereka lahir. Semoga saja tradisi ini tidak lagi menghilangkan nyawa bayi-bayi yang tidak berdosa. (Dailymail.co.uk/vemale.com) |
| Inilah 5 Insiden Penerbangan Paling Mematikan dalam Sejarah Posted: 21 Jul 2014 04:31 AM PDT Jika MH17 benar-benar ditembak jatuh oleh misil, maka serangan ini akan menjadi insiden terparah dari sebuah pesawat penumpang komersil sejak tahun 1960-an.Maskapai asal Malaysia ditembak jatuh di timur Ukraina, pada 17 Juli, dan membunuh 298 orang yang ada di dalam pesawat. Insiden ini sontak memperuncing konflik antara Pemerintah Ukraina dengan pemberontak pro-Rusia, yang masing-masing didukung oleh negara Barat dan pemerintah Rusia.Jika MH17 benar-benar ditembak jatuh oleh misil, maka serangan ini akan menjadi insiden terparah dari sebuah pesawat penumpang komersil sejak tahun 1960-an. Menurut Konsultan Penerbangan yang berbasis di Inggris 'Flightglobal Ascend', sejak tahun 1967, lebih dari 700 orang telah terbunuh dalam 19 insiden terpisah yang melibatkan serangan bersenjata. Serangan terbaru sebelum MH17 terjadi pada bulan Januari 1999 ketika pesawat Hercules yang dioperasikan oleh TransAfrik ditembak jatuh di dekat Bailundo, Angola, dan membunuh 9 penumpang dan awak kabin. Berikut adalah daftar 5 insiden penerbangan paling mematikan: Iran Air, 1988 Dalam perjalanan dari Bandar Abbas menuju Dubai, penerbangan Iran Air 655 ditembak jatuh oleh kapal perang Amerika di lepas pantai Iran, dan membunuh 290 penumpang di dalam pesawat. Angkatan Laut AS mengatakan, insiden tersebut merupakan kesalahan karena tadinya diduga merupakan jet tempur F-14 milik Angkatan Udara Iran. Korean Air, 1983 Pesawat Korean Air dengan jenis Boeing 747 ditahan dan dipaksa turun oleh pejuang Soviet setelah masuk ke dalam wilayah udara Soviet dalam perjalanan dari Anchorage, Alaska, menuju Seoul di Korea Selatan. Seluruh 269 penumpang dan awak kabin terbunuh. Lybian Airlines, 1973 Setelah ditahan dan ditembak oleh Angkatan Udara Israel, sebuah pesawat Libyan Air tipe Boeing 727 dihancurkan ketika berupaya mendarat paksa. Pesawat ini memasuki wilayah udara Israel karena kesalahan navigasi dan ditembak di gurun Sinai, 150 km timur laut Kairo, dan membunuh 106 dari 113 orang di pesawat. Air Georgia. 1993 Dalam upaya terakhir pendaratan, sebuah pesawat Topolev Tu-154 yang dioperasikan oleh Air Georgia ditembak jatuh oleh misil di wilayah Georgia yang bersengketa, yakni Abkhazia. Pesawat ini akhirnya jatuh ke landasan pacu dan menyebabkan kebakaran yang membunuh 108 dari 132 penumpang dan awak kabin. Pesawat ini diyakini tengah disewa Kementerian Pertahanan Georgia untuk mengangkut prajurit guna membantu pertikaian di sekitar ibu kota Abkhazian, Sukhumi. Sudan Airways, 1986 Segera setelah lepas landas dari Malakal, Sudan Selatan, sebuah pesawat Fokker F-27 milik Sudan Airways dilaporkan ditembak jatuh oleh "Tentara Pembebasan Rakyat" Sudan, dan membunuh 65 penumpang dan awak kabin. (Sumber: ABC Australia) |
| You are subscribed to email updates from Misteri Sejarah Aneh Unik Alien Luar Angkasa To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |



No comments:
Post a Comment